Dominasi Perempuan dan Sarjana di Tubuh ASN Yogyakarta 2024

Madurapers
Ilustrasi aparatur sipil negara (ASN), mencakup Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2024.
Ilustrasi aparatur sipil negara (ASN), mencakup Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2024. (Sumber Foto: Istimewa)

Komposisi pendidikan ini mencerminkan arah rekrutmen ASN yang semakin selektif dan berorientasi pada profesionalisme. Pemerintah Daerah D.I. Yogyakarta tampaknya menaruh perhatian besar pada kualifikasi akademik saat menyaring calon abdi negara.

Dengan lebih dari 70 ribu ASN, Yogyakarta menjadi salah satu provinsi dengan struktur birokrasi yang besar namun relatif terdidik. Angka ini juga menunjukkan kepadatan ASN yang signifikan mengingat luas wilayah dan jumlah penduduk provinsi ini.

Tantangan ke depan adalah bagaimana pemerintah mengelola SDM yang mayoritas sarjana agar tetap produktif dan tidak sekadar administratif. Kualitas pelayanan publik sangat bergantung pada optimalisasi kapasitas intelektual para ASN ini.

Selain itu, kesenjangan gender di tubuh ASN membuka ruang diskusi tentang representasi laki-laki dalam birokrasi sipil. Apakah ini cerminan pilihan karier atau dampak dari mekanisme seleksi yang lebih berpihak kepada perempuan?

Data ini juga bisa menjadi indikator penting dalam perencanaan pelatihan, promosi jabatan, dan penempatan ASN ke depan. Pemerintah pusat maupun daerah bisa menjadikan Yogyakarta sebagai model transformasi birokrasi modern yang berbasis merit.