Durban – Bank sentral dan kementrian keuangan negara-negara G20 sepakat memperkuat kerja sama global demi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Kesepakatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks.
G20 Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) Communiqué Juli 2025 dari Afrika Selatan menjadi bukti keberhasilan konsensus tersebut. Seluruh negara anggota menyetujui langkah-langkah strategis untuk masa depan ekonomi dunia.
Risiko perekonomian global semakin meningkat akibat ketidakpastian dari tensi perdagangan dan geopolitik. G20 menyoroti perlunya reformasi dalam sistem perdagangan internasional yang adil dan terbuka.
Pertemuan ketiga Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 di Durban, Afrika Selatan (Afsel), menjadi momen penting. Tema “Solidarity, Equality, Sustainability” menjadi panduan dalam diskusi mereka.
Delegasi Indonesia diwakili oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Kehadiran mereka menegaskan posisi strategis Indonesia di panggung internasional.
Partisipasi aktif BI di G20 merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah. Indonesia berkomitmen memperkuat peran global dalam menjaga stabilitas dan mendorong pemulihan ekonomi yang inklusif.
Gubernur Bank Indonesia menekankan pentingnya optimalisasi kebijakan campuran (policy mix). Kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran harus saling sinergi untuk pertumbuhan berkelanjutan.
Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci menghadapi dinamika ekonomi global. Gubernur BI menegaskan bahwa sinergi ini akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Selain itu, Indonesia menunjukkan kemajuan dalam implementasi pembayaran lintas batas. Sistem ini bertujuan menciptakan transaksi yang lebih murah, cepat, dan transparan.
Perkembangan ini mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan memperkuat konektivitas regional. BI berkomitmen mendorong reformasi keuangan global sesuai prioritas nasional dan pembangunan berkelanjutan.
BI menyambut baik berbagai kesepakatan G20 dan terus aktif dalam agenda reformasi keuangan internasional. Fokus mereka meliputi penguatan sistem pembayaran lintas negara dan stabilitas sektor keuangan.
Upaya tersebut sejalan dengan misi BI untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang kebanksentralan. Konektivitas sistem pembayaran menjadi salah satu prioritas utama dalam kerjasama ini.
