Dalam sebuah pernyataan, sumber yang dikutip oleh Al Jazeera menyebut bahwa perundingan gencatan senjata berlangsung intensif selama dua hari terakhir. Sumber itu menyatakan bahwa tekanan diplomatik dari Washington menjadi faktor kunci tercapainya kesepakatan.
Perang ini turut memperparah kondisi di Gaza, di mana serangan Israel menewaskan lebih dari 56.000 orang dan melukai lebih dari 130.000 lainnya. Jumlah ini menambah deretan korban sejak konflik besar dimulai pada 7 Oktober tahun lalu.
Di pihak Israel, sekitar 1.139 orang tewas dalam serangan balasan Hamas pada Oktober, dengan lebih dari 200 warga sipil masih ditawan hingga kini. Perang regional ini menjadi eskalasi paling mematikan dalam sejarah konflik modern Timur Tengah.
Meskipun gencatan senjata kini berlaku, para analis menilai perdamaian masih bersifat rapuh dan mudah berubah. Ketegangan diplomatik antara kekuatan regional dan global tetap tinggi, terutama menyangkut program nuklir Iran dan peran AS.
