Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya hilirisasi sumber daya mineral, membahas potensi dan tantangan yang muncul, serta merumuskan rekomendasi kebijakan.
Dody dalam seminar memaparkan pertumbuhan ekonomi yang solid dan berkelanjutan menjadi syarat utama bagi Indonesia untuk bertransformasi menuju perekonomian yang maju.
Lebih lanjut, Dody mengatakan bahwa ini membutuhkan dukungan dari struktur transaksi berjalan yang sehat, yang didukung oleh sektor manufaktur yang kuat.
Di tengah potensi hilirisasi yang dimiliki, terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi, baik dampak hilirisasi kepada perekonomian yang perlu diperluas, maupun tantangan terkait faktor produksi, serta regulasi dalam hal implementasi industri hijau.
Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Penguatan Kemampuan Industri Dalam Negeri, Ignatius Warsito, dalam seminar ini mengatakan tantangan ini dari sisi pembiayaan hijau, implementasi teknologi rendah karbon, serta bantuan teknis dan pelatihan yang diperlukan.
Di sisi lain, Senior Economist Asian Development Bank Henry Ma pada kegiatan yang sama menyampaikan pentingnya peningkatan kompleksitas produk ekspor, dukungan pemerintah yang diperlukan untuk iklim investasi, serta keterlibatan sektor swasta dan mendiskusikan insentif yang diperlukan. (*)
