Iran Desak PBB Umumkan AS dan Israel sebagai Agresor atas Serangan ke Wilayahnya

Madurapers
Esmaeil Baqaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran, aktif menyampaikan sikap resmi Teheran terkait isu internasional dan secara rutin menanggapi kebijakan Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara Eropa dalam konferensi pers mingguan yang mencerminkan posisi politik dan diplomatik Iran di tengah ketegangan regional.
Esmaeil Baqaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran, aktif menyampaikan sikap resmi Teheran terkait isu internasional dan secara rutin menanggapi kebijakan Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara Eropa dalam konferensi pers mingguan yang mencerminkan posisi politik dan diplomatik Iran di tengah ketegangan regional. (Sumber foto: IRNA, 2025)

Juru bicara itu menuding Amerika Serikat telah mengkhianati proses diplomatik dengan terlibat langsung dalam agresi Israel terhadap Iran. “Tidak dapat diharapkan bahwa insiden ini tidak akan mempengaruhi kelanjutan perundingan,” ujarnya dalam konferensi pers.

Merespons serangan terhadap fasilitas nuklir, parlemen Iran baru saja mengesahkan undang-undang yang membatasi kerja sama dengan IAEA, yang kini menjadi kebijakan yang mengikat pemerintah. Baqaei mempertanyakan bagaimana Iran dapat menjamin keamanan bagi inspektur IAEA sementara fasilitasnya menjadi target serangan.

Militer Iran, lanjutnya, telah menunjukkan kesiapan penuh dalam beberapa pekan terakhir untuk mempertahankan wilayahnya dari ancaman eksternal. Hal itu menurutnya menjadi bentuk pencegahan penting terhadap potensi petualangan militer dari pihak musuh.

Dalam komentarnya tentang keterlibatan Prancis dalam agresi tersebut, Baqaei mengatakan bahwa tindakan Paris mencegat pesawat tak berawak Iran merupakan bentuk partisipasi aktif dalam konflik. Ia menegaskan bahwa Prancis harus bertanggung jawab atas keterlibatannya dalam mencegah hak Iran untuk membela diri.

Terkait laporan penahanan 670 warga Iran oleh otoritas AS, Baqaei mengatakan bahwa tindakan itu bertentangan dengan standar hak asasi manusia. Ia menambahkan bahwa Kementerian Luar Negeri tengah menindaklanjuti kasus ini melalui Bagian Kepentingan Iran di Washington.

Baqaei memperingatkan bahwa normalisasi terhadap kejahatan Israel di Gaza, Lebanon, dan Suriah akan membuka jalan bagi terulangnya kekejaman serupa. Ia menyerukan kepada komunitas internasional untuk tidak bersikap pasif dan segera mengambil tindakan kolektif.

Mengenai ancaman Barat untuk menggunakan “mekanisme snapback” guna memulihkan sanksi PBB terhadap Iran, Baqaei menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan yang tidak rasional. Ia menyatakan bahwa negosiasi berdasarkan tekanan semacam itu “tidak ada artinya.”

Akhirnya, Iran berkomitmen menjaga keamanan seluruh kedutaan asing di wilayahnya sebagai bentuk tanggung jawab internasional. Ia menambahkan bahwa beberapa diplomat asing akan kembali ke Iran dalam waktu dekat.