Iran Panas, Balas Serangan AS dengan Hujan Drone ke Israel

Madurapers
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, tampak tenang namun tegas saat tampil dalam Konferensi Tingkat Menteri ke-51 OKI di Istanbul, Turki, akhir pekan lalu (21-22/06/2025. Dalam forum penuh tekanan itu, Araghchi menjadi sorotan dunia setelah menyuarakan posisi keras Teheran di tengah konflik yang terus memanas.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, tampak tenang namun tegas saat tampil dalam Konferensi Tingkat Menteri ke-51 OKI di Istanbul, Turki, akhir pekan lalu (21-22/06/2025. Dalam forum penuh tekanan itu, Araghchi menjadi sorotan dunia setelah menyuarakan posisi keras Teheran di tengah konflik yang terus memanas. (Sumber foto: Al Jazeera, 2025)

Ebrahim Zolfaghari, juru bicara serangan balasan Iran, menyebut serangan AS hanya akan memperluas cakupan target sah bagi angkatan bersenjata Teheran. Ia menuduh Washington mencoba “menghidupkan kembali rezim Zionis yang sedang sekarat”.

Zolfaghari juga menyampaikan pesan tajam kepada Presiden AS Donald Trump. Dalam bahasa Inggris ia berkata, “Penjudi Trump, Anda mungkin memulai perang ini, tetapi kami akan menjadi orang-orang yang mengakhirinya.”

Serangan drone ini terjadi hanya beberapa jam setelah akun resmi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengunggah ulang pernyataan bahwa Israel “sedang dihukum sekarang”. Unggahan itu menguatkan kesan bahwa serangan ini sudah dirancang sejak awal.

Situasi di kawasan semakin tidak menentu. Ancaman perang skala penuh kini tampak lebih nyata dari sebelumnya, dengan dunia memantau setiap detik perkembangan di kawasan paling bergejolak di dunia ini.

Penulis: WaniEditor: Saif