Jatim Terima Rp45,4 Miliar DAK untuk Rehabilitasi Irigasi, Targetkan Peningkatan Produktivitas Pangan

Madurapers
Pj. Gubernur, Adhy Karyono melihat saluran Irigasi milik pemerintah Provinsi Jatim yang dikelolah PU SDA Jatim
Pj. Gubernur, Adhy Karyono melihat saluran Irigasi milik pemerintah Provinsi Jatim yang dikelolah PU SDA Jatim (Sumber Foto: PU SDA Jatim, 2025).

Sementara itu, Pemprov Jatim mengalokasikan Rp16 miliar untuk pengairan di Jember, termasuk menangani bendung pengendali sedimen. “Tidak saja untuk menangkal banjir. Ini juga untuk memperkuat suplai air ke lahan pertanian,” jelas Baju.

Menurut Baju, potensi pertanian di Jatim masih bisa ditingkatkan dengan memperbaiki sarana irigasi. Banyak lahan pertanian di wilayah ini yang belum memiliki akses irigasi memadai.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), terdapat 488.379 hektare sawah nonirigasi di Jatim. Lahan ini selama ini hanya mengandalkan air hujan dan sumber air alami untuk pengairan.

Jika sarana irigasi diperkuat, sawah-sawah nonirigasi ini berpotensi menjadi lebih produktif dan mendukung peningkatan hasil pertanian di Jatim.

Langkah rehabilitasi irigasi ini diharapkan menjadi salah satu upaya strategis untuk menjadikan Jatim sebagai lumbung pangan yang lebih tangguh di masa depan.