Ketua PJS Sampang Faris Reza Malik Raih Sertifikasi Kompetensi Tertinggi Wartawan

Madurapers
Faris Reza Malik, saat menjalani Uji Kompetensi Wartawan di Fakultas Ilmu Komunikasi di Universitas dr. Soetomo Surabaya

Surabaya– Ketua Persatuan Jurnalis Sampang (PJS), Faris Reza Malik, resmi menyandang predikat wartawan kompeten jenjang Utama setelah dinyatakan lulus dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan Lembaga UKW Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya.

Kelulusan tersebut menjadi capaian penting, mengingat UKW Utama merupakan jenjang kompetensi tertinggi bagi wartawan di Indonesia yang menguji kapasitas profesional, kepemimpinan redaksi, integritas, serta pemahaman mendalam terhadap etika jurnalistik.

Pelaksanaan UKW berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Juni 2026, di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Sejumlah wartawan dari berbagai daerah mengikuti proses pengujian yang dilaksanakan sesuai standar kompetensi Dewan Pers.

Dalam proses tersebut, peserta diuji melalui berbagai materi, mulai dari pemahaman Kode Etik Jurnalistik, teknik peliputan, penulisan berita, penyuntingan, pengambilan keputusan redaksional, hingga kemampuan memimpin kerja jurnalistik.

Kelulusan pada jenjang Utama menjadi penegasan bahwa seorang wartawan tidak hanya dituntut mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, tetapi juga memiliki integritas, independensi, dan tanggung jawab dalam mengawal kepentingan publik.

Faris Reza Malik mengaku bersyukur dapat menyelesaikan seluruh tahapan ujian dengan hasil kompeten.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelulusan ini. Terima kasih kepada seluruh dewan penguji, panitia penyelenggara, Dewan Pers, serta Universitas Dr. Soetomo Surabaya yang telah memberikan kesempatan dan pengalaman berharga selama pelaksanaan UKW,” ujar Faris, Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, sertifikasi UKW bukan sekadar pengakuan administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik di tengah tantangan dunia pers yang semakin kompleks.

“UKW adalah proses pembelajaran. Wartawan harus terus meningkatkan kapasitas, menjaga independensi, memegang teguh kode etik, dan menghadirkan informasi yang akurat serta berpihak pada kepentingan publik,” katanya.

Sebagai Ketua Persatuan Jurnalis Sampang, Faris juga berharap semakin banyak wartawan, khususnya di daerah, mengikuti Uji Kompetensi Wartawan agar kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik semakin meningkat.

Menurutnya, kompetensi wartawan menjadi salah satu fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap media massa di tengah derasnya arus informasi dan maraknya penyebaran hoaks.

“Saya harap ada kesadaran bagi wartawan untuk mengikuti UKW, karena kompetensi wartawan menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap media massa,” tandasnya.