“Korban adalah wali santri kami. Karena itu, saya secara pribadi dan atas nama pesantren menyampaikan terima kasih atas kesigapan Kapolres Pamekasan dan seluruh jajarannya dalam mengungkap dan menangkap pelaku,” tuturnya.
Kiai Musleh, yang juga dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Pamekasan dan alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Jawa Timur, berharap pengungkapan kasus ini menjadi momentum memperkuat rasa aman di tengah masyarakat.
“Saya berharap ke depan Kabupaten Pamekasan semakin aman, tenteram, dan kita semua senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah SWT,” ujarnya.
Sebelumnya, Polres Pamekasan mengamankan pelaku penjambretan maut tersebut melalui Tim Resmob Satreskrim pada Sabtu, 10 Januari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, di wilayah Kabupaten Sampang. Kasus tersebut kini telah memasuki tahap penyidikan lanjutan.
