“Kami ada buktinya, bahwa kantor CV yang menjadi pihak ketiga dari kegiatan Workshop BLUD yang berlokasi di Khayangan Bangkalan tidak ada, ini jelas ada permainan untuk menghabiskan anggaran negara hingga ratusan juta,” tegasnya.
Sembari mengakhiri diskusinya, Ridhoi tegaskan kepada Dinkes Bangkalan, jika tidak dilakukan perbaikan, maka dirinya mengaku tidak akan segan-segan untuk melaporkan kepada yang berwajib.
“Tolong diperbaiki ya bu Kadinkes, jangan sampai ada permainan dengan uang negara, atau tidak kami akan bawa ke ranah hukum kasus dugaan penyalahgunaan anggaran negara ratusan juta ini,” tegas pria kelahiran Kokop itu.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), Nur Hotibah menyampaikan terimakasih atas masukan dan kritik yang telah disampaikan oleh Lembaga Informasi Publik Independen (LIPI) terkait kegiatan Workshop BLUD dan lain-lain.
“Saya ucapkan terimakasih, masukan dan kritikannya akan dijadikan bahan evaluasi kami di tubuh Dinas Kesehatan Bangkalan nantinya,” terang Hotibah dalam forum audiensi itu.
Lebih lanjut, terkait kegiatan workshop BLUD itu murni persepakatan seluruh Puskesmas di Kabupaten Bangkalan. Jadi, kegiatan itu memang anggarannya dari masing-masing Puskesmas dan menggunakan pihak ketiga, yaitu CV NCA TOUR.
Mengenai surat Pertanggungjawaban (SPJ), kata Nur Hotibah melalui bagian keuangan, semuanya diselesaikan dan dipasrahkan kepada pihak ketiga. “Rangkaian kegiatan seluruhnya kami pasrahkan kepada pihak ketiga, yaitu CV NCA TOUR yang ditunjuk untuk membidangi kegiatan tersebut, termasuk pengSPJ-an” tuturnya.
Saat disinggung soal kenapa harus dilaksanakan di Bandung. Ia mengaku, dari beberapa perbandingan hanya penawaran di Bandung yang disepakati bersama. Selain itu, terkait biaya transportasi dirinya mengaku menggunakan biaya perjalananan dinas.
“Pada waktu itu memang banyak tawaran, termasuk di Surabaya, Sidoarjo, Yogyakarta, Bandung. Namun, yang disepakati oleh 22 Puskesmas se Bangkalan di Bandung, akhirnya kita laksanakan kegiatan workshop BLUD itu disana ,” pungkasnya.
