Menlu Iran Kecam Jerman atas Dukungannya terhadap Israel

Madurapers
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam pemerintah Jerman atas “dukungan eksplisitnya” terhadap perang agresi Israel selama 12 hari terhadap Iran, dan mengatakan hal itu mengirimkan “pesan yang menghancurkan” kepada warga Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam pemerintah Jerman atas “dukungan eksplisitnya” terhadap perang agresi Israel selama 12 hari terhadap Iran, dan mengatakan hal itu mengirimkan “pesan yang menghancurkan” kepada warga Iran. (Foto: IRNA, 2025)

Teheran juga mengecam peran IAEA yang dianggap berpihak dalam konflik ini. Iran menyebut Rafael Grossi, Direktur Jenderal IAEA, telah menyajikan laporan menyesatkan yang kemudian dijadikan pembenaran oleh Israel dan AS untuk melakukan serangan terhadap Iran.

Menanggapi kritik Jerman, Menlu Iran, Araghchi menegaskan bahwa justru dukungan Berlin terhadap agresi Israel-lah yang benar-benar “mengirimkan pesan menghancurkan” bagi Iran. Ia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap penolakan Jerman untuk mematuhi komitmennya dalam kesepakatan nuklir Iran tahun 2015.

“Orang Iran sudah muak dengan dukungan Jerman terhadap Genosida di Gaza yang bergaya Nazi, dan dukungannya terhadap perang Saddam terhadap Iran,” ujar Araghchi tanpa tedeng aling-aling. Ia menyiratkan bahwa luka sejarah belum pernah sembuh di mata rakyat Iran.

Menurutnya, dukungan Jerman terhadap Israel telah menghapus dugaan bahwa Berlin menyimpan empati terhadap rakyat Iran. Ia menyebut langkah itu sebagai bentuk “dendam sejarah yang tak pernah benar-benar padam.”

Kritik tajam dari Araghchi mencerminkan ketegangan baru dalam hubungan Iran dengan negara-negara Eropa, terutama setelah terjadinya eskalasi militer yang melibatkan Israel, AS, dan kini respons politik dari Jerman. Iran menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tunduk pada tekanan luar.