Sampang – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC-NU) Kecamatan Banyuates menggelar Peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama sekaligus Pelantikan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PR-NU) se-Kecamatan Banyuates, Ahad, (1/2026), bertepatan dengan 13 Sya’ban 1447 Hijriah.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Kantor MWC-NU Banyuates dan berlangsung khidmat serta sarat nilai ke-NU-an dan kebangsaan.
Kegiatan akbar ini diikuti sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari jajaran pengurus NU, badan otonom (Banom), unsur pemerintah, aparat keamanan, serta warga Nahdliyin se-Kecamatan Banyuates. Antusiasme peserta mencerminkan kuatnya soliditas struktural dan kultural NU di tingkat akar rumput.
Ketua Panitia, Hasanuddin, menegaskan bahwa peringatan 1 Abad NU menjadi momentum strategis untuk memperkuat khidmah NU di tingkat ranting sebagai basis utama pergerakan organisasi.
“Pelantikan PR-NU se-Banyuates ini diharapkan mampu mengokohkan peran NU sebagai pelayan umat dan penjaga nilai Ahlussunnah wal Jama’ah,” ujarnya.
Sambutan atas nama panitia dan Pengurus MWC-NU Banyuates disampaikan oleh KH. Muhlisul Amal. Ia menekankan pentingnya sinergi antarstruktur NU, mulai dari ranting hingga cabang, agar NU tetap kokoh menjaga marwah organisasi dan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWC-NU Banyuates, KH. Babus Salam Hamidy, mengajak seluruh pengurus ranting yang baru dilantik untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat pengabdian.
“Amanah ini bukan sekadar jabatan struktural, tetapi ladang khidmah untuk umat, agama, dan bangsa,” tegasnya.
Apresiasi juga datang dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang. Wakil Ketua PCNU Sampang, KH. Nuruddin JC, menyampaikan kebanggaannya atas soliditas warga NU Banyuates.
Ia berharap para pengurus ranting yang baru dilantik mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi, memperkuat dakwah Islam moderat, serta memperkokoh persatuan umat.

Puncak acara diisi dengan Orasi Ke-NU-an dan Kebangsaan oleh Rais Syuriah PBNU, KH. Imam Buchori Cholil. Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa NU sejak awal berdiri memiliki komitmen kuat terhadap agama dan negara.
“NU adalah benteng Islam rahmatan lil ‘alamin sekaligus pilar penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya di hadapan ribuan Nahdliyin.
Acara ini turut dihadiri pengurus ranting NU dari 20 desa se-Kecamatan Banyuates, jajaran PAC Muslimat NU, PAC Fatayat NU, IPNU-IPPNU, Pagar Nusa, serta unsur Forkopimcam, termasuk Camat dan Kapolsek Banyuates.
Peringatan Harlah 1 Abad NU dan pelantikan PR-NU se-Banyuates ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan organisasi NU di tingkat akar rumput, sekaligus meneguhkan komitmen NU dalam merawat tradisi, menjaga persatuan, dan mengabdi demi kemaslahatan umat dan bangsa.
