Posisi berikutnya diisi oleh Jepang sebesar US$1,49 miliar (8,76 persen) dan Amerika Serikat US$0,76 miliar (4,47 persen).
Sementara itu, nilai impor komoditi nonmigas dari ASEAN mencapai US$2,75 miliar (16,18 persen) dan Uni Eropa sebesar US$0,99 miliar (5,80 persen).
Selama Januari–November 2024, impor berdasarkan golongan penggunaan barang menunjukkan peningkatan dibanding periode yang sama tahun lalu.
Bahan baku/penolong naik tertinggi senilai US$7,31 miliar (4,96 persen), diikuti barang modal US$1,41 miliar (3,92 persen), dan barang konsumsi US$0,90 miliar (4,62 persen).
Meskipun impor migas mengalami defisit sebesar US$1,25 miliar, neraca perdagangan Indonesia pada November 2024 tetap surplus US$4,42 miliar berkat sektor nonmigas yang mencatat surplus sebesar US$5,67 miliar.
