Dalam pertemuan itu, Airlangga menekankan komitmen Indonesia di sektor energi terbarukan. Pemerintah menargetkan net zero emission pada 2060 melalui berbagai program, termasuk implementasi B40.
Presiden NDB terkejut dengan keberhasilan Indonesia dalam mengembangkan B40. “Pengalaman di Brasil setelah beberapa tahun hanya bisa sampai B17,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi inovasi Indonesia dalam pengolahan biofuel untuk sektor transportasi dan industri.
Indonesia memiliki potensi besar di sektor energi terbarukan, seperti geothermal, hydro, dan critical minerals. Potensi ini sejalan dengan visi NDB yang ingin menjadi bank pembangunan yang sustainable dan green.
Menutup pertemuan, kedua belah pihak sepakat untuk menggali lebih lanjut potensi kerja sama. Indonesia juga mempertimbangkan kemungkinan bergabung sebagai anggota NDB di masa depan.
Dalam pertemuan tersebut, Airlangga didampingi oleh sejumlah pejabat Kemenko Perekonomian. Mereka membahas peluang kolaborasi lebih lanjut dengan pihak NDB untuk mendukung pembangunan nasional.
