Sumenep – Rumah Sakit Islam (RSI) Garam Kalianget Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sebut tak tahu menahu terkait kematian bayi yang meninggal usia diambil sampel darahnya di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) Kecamatan Batang-Batang.
Hal itu disampaikan langsung oleh Hubungan Masyarakat (Humas) RSI Kalianget, dr. Yanti Ariyatin membenarkan bahwa bayi Rumnaini dirujuk ke rumah sakit tersebut.
Ditanya soal infeksi yang terjadi pada bayi tersebut, Yanti mengaku masih akan menanyakan kepada dokter yang menangani.
“Iya benar bayi tersebut dirujuk ke RSI kemaren. Terkait penyebab meninggalnya bayi tersebut, yang tahu itu dokter yang merawat ya. Kita belum ketemu dengan dokternya, kita hanya jelaskan alurnya saja,” katanya saat diwawancarai oleh jurnalis media ini, Selasa (21/11/2023).
Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa setelah dari RSI Kalianget kemudian si bayi dirujuk ke rumah sakit yang ada di Kabupaten Sampang, dengan alasan keterbatasan alat.
“Karena memang kami tidak memiliki alat untuk penanganan lebih lanjut, sehingga kami menyarankan untuk dirujuk ke Sampang,” katanya menegaskan.
Diketahui sebelumnya, informasi yang dihimpun oleh jurnalis media ini, kejadian tersebut berawal saat Rumnaini melahirkan anak kedua di Puskesmas Batang-batang pada Rabu (15/11/2023) malam.
Keesokan harinya, Kamis (16/11/2023) sekitar pukul 09.00 WIB, ibu dan bayi diperkenankan pulang karena tidak ada gejala apapun dan sehat serta disuruh kembali hari Sabtu guna dilakukan cek Laboratorium.
Singkat cerita, pada hari Sabtu (18/11/2023) orang tua dan bayinya kembali ke Puskesmas untuk dilakukan cek Laboratorium. Setibanya di sana (Puskesmas-red), pihak Puskesmas mengambil sample darah si bayi guna melakukan tes kestabilan tubuh pada bayi baru lahir tersebut.
Usai pengambilan darah tersebut, pihak Puskesmas memperbolehkan si Bayi pulang dengan orang tuanya karena tidak ada gejala apapun dan kondisinya masih sehat serta stabil.
Setibanya di rumahnya, tubuh bayi yang baru lahir tersebut mengalami drop hingga demam. Sehingga orang tua korban kembali membawanya ke Puskesmas Batang-batang.
Namun setibanya di sana, Puskesmas Batang-batang menyampaikan ketidakmampuannya sehingga di rujuk ke Rumah Sakit Islam (RSI) Garam Kalianget.
Sayangnya, setibanya di RSI juga tidak mampu. Hingga keluarga korban kembali membawanya ke salah satu Rumah sakit di Sampang. Namun di tengah perjalanan, tepatnya di Kabupaten Pamekasan, nyawa bayi tersebut sudah tidak tertolong lagi pada Senin (20/11/2023) malam.
