“Dari data yang dipaparkan, belum ada satu pun indikator yang memiliki capaian mendekati target RPJMN di tahun 2024,” tegas Sihar.
Pada kesempatan yang sama, Sihar juga menyinggung salah satu indikator infrastruktur konektivitas wilayah yaitu kondisi mantap jalan nasional/provinsi/kabupaten-kota.
Sihar menyoroti kondisi kemantapan jalan yang menghubungkan antar kabupaten terlebih apabila terdapat fasilitas konektivitas lainnya.
“Ini berkaitan dengan dapil tentang mantap jalan nasional. Saya hanya mau sharing aja Pak. Kemarin itu saya, karena jalan yang rasanya kurang mantap saya dua kali terlambat ngejar pesawat padahal sudah kayaknya waktunya cukup panjang untuk mengejar pesawat ternyata terlambat.
Jadi, mungkin beberapa jalan yang antar kabupaten atau yang bisa menghubungkan dua Kabupaten ini di daerah Dapil nih agak-agak kurang mantap. Mungkin nanti mohon diperhatikan juga,” ujarnya sambil berkelakar.
Menanggapi pertanyaan Sihar, Menteri PPN RI/Kepala Bappenas menyampaikan bahwa yang paling diperhitungkan adalah kontribusi dari industri manufaktur.
Dia tidak menampik, bahwa meski pemerintah telah mendorong pertumbuhan industri manufaktur namun kecepatan dari pertambahan di industri tersebut masih belum bisa mendongkrak kontribusinya hingga mencapai lebih dari 20 persen pada PDB.
