Menurut Nabil, kirab ini juga diharapkan menghidupkan geliat ekonomi masyarakat sepanjang jalur yang dilewati. “Di tiap kecamatan nanti akan ada kegiatan seni. Mereka akan menampilkan karya serta mengikutsertakana UMKM lokal,” jelasnya.
Setiap titik kirab akan menampilkan pertunjukan budaya dan bazar UMKM sebagai bagian dari integrasi antara olahraga dan ekonomi kreatif. Dengan begitu, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremoni, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.
Koordinasi lintas sektor telah dilakukan untuk memastikan kelancaran prosesi kirab, termasuk pengaturan lalu lintas. “Sudah disiapkan rekayasa lalu lintas, termasuk pada pelaksanaannya,” ujar Nabil.
Meskipun kirab akan meningkatkan mobilitas dan aktivitas masyarakat, KONI Jatim menyatakan permohonan maaf atas potensi gangguan lalu lintas. Pihaknya berkomitmen menjaga kelancaran seluruh kegiatan tanpa mengganggu aktivitas warga secara signifikan.
Kirab api ini menjadi momen penting untuk membangkitkan kebanggaan daerah terhadap olahraga sebagai penggerak pembangunan. Api yang menyala akan menginspirasi seluruh peserta dan penonton untuk menjaga semangat, solidaritas, dan persaingan sehat.
Dengan menempuh perjalanan selama delapan hari melintasi berbagai wilayah, kirab api Porprov Jatim 2025 akan memperkuat identitas kebersamaan antar-daerah. Gelaran ini menjadi pengingat bahwa olahraga bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi juga tentang menjaga bara semangat yang tak pernah padam.
