Opini  

Tak Semua Orang Bisa Rayakan Tahun Baru 2025: Sebuah Catatan Pinggir

Supriadi, pimpinan redaksi Madurapers, adalah lulusan Magister Ilmu Komunikasi UNITOMO Surabaya
Supriadi, pimpinan redaksi Madurapers, adalah lulusan Magister Ilmu Komunikasi UNITOMO Surabaya (Dok. Madurapers, 2024).

Kemiskinan sering kali menciptakan jarak yang besar antara mimpi dan kenyataan. Banyak keluarga miskin yang bahkan tidak tahu bagaimana cara memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi merencanakan perayaan tahun baru.

Di rumah-rumah kecil yang reyot, mereka menghadapi malam pergantian tahun dengan lampu redup atau bahkan tanpa listrik. Sementara di luar sana, petasan meledak seakan mengolok-olok keterbatasannya.

Namun, di tengah semua kesulitan, ada juga kekuatan luar biasa yang dimiliki oleh mereka yang hidup dalam kekurangan. Mereka mungkin tidak bisa merayakan tahun baru dengan gemerlap pesta, tetapi mereka merayakan dengan harapan.

Harapan bahwa tahun depan akan membawa keberuntungan dan kesempatan yang lebih baik. Harapan untuk keluar dari jerat kemiskinan yang telah lama membelenggu.

Tahun baru seharusnya menjadi waktu untuk merenung dan berbagi. Dalam momen ini, kita yang memiliki lebih dari cukup diajak untuk membuka hati kepada mereka yang kurang beruntung.

Kita bisa merayakan dengan cara yang lebih bermakna: menyisihkan sebagian rezeki, memberi makanan hangat, atau sekadar menyapa dengan senyuman. Kadang, kebahagiaan kecil yang kita bagikan bisa menjadi cahaya bagi mereka yang sedang berada dalam kegelapan.

Pada akhirnya, sebagai penutup cacatan pinggir ini, tahun baru bukan hanya tentang pesta dan hura-hura, tetapi tentang kebersamaan dan harapan. Mari kita jadikan tahun 2025 sebagai awal yang baik untuk lebih peduli, berbagi, dan mengingat bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu datang dari materi, tetapi dari hati yang tulus.

Sebab, hal ini karena tak semua orang bisa merayakan tahun baru dengan kemewahan, tetapi setiap orang bisa memiliki harapan untuk masa depan yang lebih baik di negeri tercinta ini. Salam sejahtera!

error:

Eksplorasi konten lain dari Madurapers

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca