Tokoh  

Thales, Pelopor Filsafat Yunani Kuno

Madurapers
Thales, pelopor/bapak filsafat Yunani kuno yang menjadi embrio dari filsafat Barat (Dok. Dimodifikasi Madurapers dari media online 2019).

Air menurut pemikiran kosmologinya adalah zat yang tidak konstan. Ia bisa berubah padat, cair, dan gas. Zat ini merupakan sumber kehidupan di alam semesta.

Di matematika, Thales memperkenalkan konsep bukti logis (rasional: ilmiah) untuk proposisi abstrak. Di bidang geometri, Thales menyumbangkan pemikirannya yang dikenal dengan teorema Thales.

Teorema Thales tersebut adalah lima teorema geometri. Lima teorema ini adalah sebagai berikut:

Pertama, sebuah lingkaran dibagi dua berdasarkan diametrinya. Kedua, sudut di dasar setiap segitiga sama kaki adalah sama. Ketiga, jika dua garis lurus berpotongan, sudut-sudut yang berhadapan sama besar. Keempat, jika satu segitiga memiliki dua sudut dan satu sisinya sama dengan segitiga lainnya, kedua segitiga itu sama dalam segala hal. Kelima, setiap sudut yang ditulis daam setengah lingkaran adalah sudut siku-siku.

Pemikiran Thales di bidang psikologi terlihat pada teori hylezeisme-nya, yang menyebutkan bahwa semua materi yang ada di alam semesta, baik benda hidup maupun mati, memiliki jiwa.

Di bidang politik, pemikiran Thales berupa konsep negara kota dengan sistem pemerintahan federasi. Negara kota Ionia (daerah kuno di pesisir tengah Anatolia di Turki) tersentral pada pusat pemerintahan dan administrasi di Kota Teos dan kota lain ditetapkan sebagai negara kota distrik (negara kota bagian Ionia).