Bangkalan – Wajik adalah hidangan tradisional khas pernikahan adat Jawa yang terbuat dari beras ketan, santan kelapa, dan gula merah. Kudapan ini telah dikenal sejak zaman Majapahit dan menjadi bagian dari jajanan klasik khas Jawa Tengah serta Jawa Timur.
Nama wajik lebih populer di Pulau Jawa, tetapi di beberapa daerah memiliki sebutan berbeda. Selain itu, kudapan ini juga dikenal di negara tetangga dan sering kali diklaim sebagai kue khasnya.
Jenis wajik yang paling umum adalah wajik ketan, yang berbahan dasar beras ketan. Rasanya manis dan legit, menjadikannya hidangan favorit dalam berbagai acara adat maupun perayaan.
Membuat wajik sendiri di rumah cukup mudah dengan bahan yang sederhana. Bahan utamanya terdiri dari beras ketan, santan, gula pasir, garam, daun pandan, dan pasta taro atau talas.
Proses pembuatan dimulai dengan mencuci dan merendam beras ketan minimal tiga jam. Beras ketan kemudian dikukus selama 15 menit hingga setengah matang.
Setelah itu, santan direbus hingga mendidih, lalu dicampurkan dengan beras ketan hingga meresap. Beras ketan kemudian dikukus kembali selama 25 menit agar matang sempurna.
Langkah berikutnya adalah merebus santan, gula, garam, dan daun pandan hingga mengeluarkan gelembung karamel. Pasta taro dan ketan dimasukkan, lalu diaduk hingga adonan kesat.
Adonan yang telah matang dituangkan ke dalam loyang yang sudah dialasi daun pisang atau plastik. Setelah mengeras, wajik siap dipotong dan disajikan sebagai camilan khas Jawa.