Antusias Lapas Pamekasan Meriahkan Musik Daul dan Band di JJS Jurnalis Muda Pamekasan

Admin
Musik Daul dan Band Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan
Musik Daul dan Band Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan, (Foto: Istimewa).

Pamekasan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan menunjukkan antusiasme tinggi dalam memeriahkan kegiatan Jalan Jalan Sehat (JJS) yang digelar Jurnalis Muda Pamekasan (JMP), Minggu (25/1/2025).

Partisipasi tersebut diwujudkan melalui penampilan Musik Daul dan Band, sekaligus pameran hasil karya kreatif warga binaan.

Kehadiran Lapas Pamekasan dalam kegiatan publik ini menjadi bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas pembinaan serta membuka ruang transparansi kepada masyarakat terkait program yang berjalan di dalam Lapas.

Selain penampilan seni, Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan juga menampilkan miniatur Monumen Arek Lancor hasil karya warga binaan.

Miniatur tersebut rencananya akan dijadikan cenderamata bagi para pemenang Menu Bergizi Gratis (MBG) terbaik pada kegiatan JJS tersebut.

Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Kelas IIA Pamekasan, Faris, menjelaskan bahwa partisipasi ini bertujuan memperkenalkan hasil pembinaan yang selama ini dilakukan, khususnya dalam pengembangan kreativitas warga binaan.

“Kami berharap ke depan program pembinaan di Lapas terus meningkat, terutama dalam bidang kreativitas. Dalam kegiatan ini kami juga membuka stan yang menampilkan karya warga binaan, seperti furnitur dan hasil tata boga,” ujar Faris.

Ia menegaskan, program pembinaan tersebut tidak hanya untuk mengisi waktu selama masa pidana, tetapi juga sebagai bekal keterampilan hidup (life skill) bagi warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa warga binaan mampu dan layak untuk kembali dan berkontribusi di lingkungan sosial setelah bebas nanti. Harapan kami, masyarakat Pamekasan dapat menerima mereka dengan tangan terbuka,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir. Banyak pengunjung mengaku terkejut dengan kualitas produk furnitur serta penampilan Musik Daul yang ditampilkan, karena dinilai tidak kalah bersaing dengan produk dan pertunjukan di luar Lapas.

Melalui pameran kreativitas dan partisipasi seni ini, diharapkan stigma negatif terhadap warga binaan dapat perlahan terkikis dan berganti dengan dukungan moral agar mereka mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan produktif di masa depan.

Penulis: Erni WahyuniEditor: Anaf