BPS Jatim: Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan Jatim Tahun 2022

Rumah keluarga miskin di Jawa Timur (Dok. Madurapers, 2023).

Keempat, kondisi makro ekonomi Jatim Triwulan III 2022 Ekonomi Jatim Triwulan III-2022 dibandingkan Triwulan II-2022 meningkat sebesar 2,15 persen (q-to-q).

Pertumbuhan Triwulan III-2022 (q-to-q) tertinggi terjadi pada kategori Konstruksi sebesar 7,98 persen.

Lapangan Usaha Industri Pengolahan dan Perdagangan Besar-Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang memiliki peran dominan juga mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 1,57 persen dan 3,14 persen.

“Sementara itu pada kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami pertumbuhan sebesar 2,98 persen serta untuk kategori Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan sebesar 2,08 persen,” ujar Sunaryo.

Kelima, Penyaluran Dana Desa dari target total Dana Desa untuk Jawa Timur tahun 2022 sebesar 7,760 triliun rupiah, sampai bulan September 2022 sudah disalurkan sebesar 6,165 triliun rupiah (79,45 persen).

Penyaluran tersebut sudah dilakukan pada 7.721 desa dari target 7.724 desa (99,96 persen desa).

Keenam, Program Perlindungan Sosial. Realisasi penyaluran Bantuan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Jawa Timur kondisi September 2022 sebesar 98,2 persen, sudah disalurkan kepada 3.305.975 penerima manfaat dari target total 3.367.380 penerima manfaat.

Selain itu, Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa mencapai 2,297 triliun rupiah kepada 874.623 Keluarga Penerima Manfaat BLT Dana Desa.

Selain itu sudah pula disalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus yang sudah disalurkan kepada 39.842 lansia di 15 Kabupaten termiskin di Jatim setiap triwulan sebesar 500.000 rupiah per lansia.

Ketujuh, Ketepatan Sararan Penerima Program Bansos. Penyaluran Bantuan Sosial pada bulan September 2022, menyebar dari Desil 1 sampai Desil 10.

Tinggalkan Balasan

error:

Eksplorasi konten lain dari Madurapers

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca