Mereka (masyarakat, red.) hanya ingin cepat menginformasikan atas fenomena yang diterimanya.
“Bahkan bisa saja setelah menvideo tidak membantu, hanya ingin cepat memberikan informasi itu, “uangkapnya.
“Mohon maaf, media-media kalah dengan itu, baru beberapa jam kemudian muncul berita yang sebenarnya, “ungkapnya lebih lanjut.
Prinsip ‘bad news is a good news’ dalam dunia jurnalis justru menggambarkan hal negatif yang ada dalam diri seseorang atau bahkan jurnalis sebagai penyampai informasi.
Karena sejatinya yang harus menjadi pegangan adalah ‘good news is a good news’ guna membangun atmosfer positif dalam lingkungan sekitar.
“Karena sekarang, kita terkadang bertemu dengan suasana yang tidak terdefinisi, belum ada definisinya. Dan teman-teman media ini merupakan orang yang sangat mulia dalam kehidupan, “tandasnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, “Orang yang terhormat, karena menyuguhkan informasi yang edukatif, menyampaikan kebenaran informasi.”
Dia berharap, jurnalis dapat memberikan informasi yang edukatif, dan tidak membully.
Sebab, bully itu, katanya tidak hanya dilarang oleh negara, melainkan juga dilarang oleh agama.
“Bagi saya transfer of knowledge, dan transformasi yang merajut kebersamaan dengan teman-teman media itu penting, karena media itu sangat penting dalam menyampaikan risalah, “pungkasnya.