Hikmah  

Cara Mengetahui Kebenaran Iman

Madurapers
Ustadz Adi Hidayat Lc., MA (Sumber: Kanal YouTube adihidayat official)

Amalan ritual orang beriman akan tampak terlihat pada ibadah shalatnya, termasuk shalatnya dilaksanakan tepat waktu. UAH menjelaskan hal ini dengan mengutip al-Qur’an surat Thaahaa ayat ke-14. Dalam surat ini al-Qur’an menjelaskan bahwa orang yang beriman kepada Allah agar melaksanakan shalat untuk mengingat Allah.

Orang beriman ketika mendengar suara adzan (panggilan shalat lima waktu, termasuk shalat Jumat) hatinya akan bergetar. UAH menjelaskan hal ini dengan mengutip al-Qur’an surat Al Anfaal (Rampasan Perang) ayat ke-2. Dalam surat ini al Qur’an menjelaskan bahwa orang beriman ketika disebut nama Allah hatinya bergetar dan apabila dibacakan ayat al-Qur’an maka bertambah imannya kepada Allah.

Artinya, menurut UAH orang beriman kepada Allah adalah orang yang melaksanakan shalat. Semakin tepat waktu shalatnya, semakin kualitas imannya bagus. Hal ini dijelaskan oleh UAH dengan mengutip al-Qur’an surat An Nisaa’ (Wanita) ayat ke-103. Dalan surat ini al-Qur’an menjelaskan bahwa perintah mendirikan shalat dan mengingat Allah dalam kehidupan orang beriman.

Amalan sosial orang beriman dijelaskan oleh UAH tampak terlihat pada perilaku sosialnya. Orang beriman akan menjaga lisan, mata, dan seluruh anggota tubuhnya dengan baik.

Mengutip al-Qur’an surat An Nuur (Cahaya) ayat ke-30-31, UAH menjelaskan bahwa orang beriman akan menjaga pandangannya. Orang beriman akan menjaga ucapannya, seperti yang dijelaskan dalam al-Qur’an surat Al Hujuraat (Kamar-kamar) ayat ke-11-12, yang menjelaskan bahwa orang beriman agar tidak merendahkan, mencela, mengejek, berburuk-sangka (curiga), mencari keburukan, dan mengunjingkan orang lain.

UAH menjelaskan bahwa orang beriman matanya akan melihat dengan baik, lisannya mengucap dengan baik, dan seluruh anggota tubuhnya digunakan untuk kebaikan, seperti tidak mencela, bergosip, korupsi, dan bikin hoaks.

Dengan demikian, kata UAH, “Cukup manusia dengan beriman, maka dia akan menjadi orang baik, damai, dan tentram.”