Warga menduga bahwa kualitas material yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam RAB. Hal ini menambah kekhawatiran bahwa ada penyelewengan dalam proses pengerjaan proyek.
“Kami berharap pemerintah desa dan pihak terkait segera menindaklanjuti masalah ini. Jangan sampai uang rakyat yang digunakan justru tidak memberikan manfaat yang maksimal,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tlambah, Cholil, belum memberikan keterangan resmi terkait retaknya proyek rabat beton tersebut. Ia hanya meminta maaf dan mengajak awak media bertemu.
“Saya mohon maaf ya mas. Kalau bisa ketemu saja atau langsung kerumah ya,” singkatnya saat dikonfirmasi melalui telepon via whatsApp, Minggu (29/09/2024) malam.
Perlu diketahui, proyek rabat beton tersebut berlokasi di Dusun Trebung yang bersumber dari dana desa (DD) tahun 2024 dengan anggaran sebesar Rp. 276.826.000, volume pengerjaan dengan Panjang 300 meter.
