“Panen ini bukan sekadar hasil dari menanam dan menuai. Ini buah dari pendampingan, perencanaan jangka panjang, dan pemanfaatan data. Jagung tidak boleh berhenti di karung—harus masuk proses hilirisasi agar nilai tambah tetap di tangan petani,” tegasnya.
DKPP Sumenep saat ini tengah menyusun sistem logistik pangan berbasis kecamatan dan mengembangkan unit pascapanen kolektif. Rencananya, hasil panen akan diolah menjadi pakan ternak, produk makanan olahan, hingga dikembangkan lewat koperasi desa, bekerja sama dengan UMKM dan pelaku usaha lokal.
Wakil Bupati Imam Hasyim dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada para petani yang tetap produktif di tengah tantangan iklim dan ekonomi.
“Ini bukti bahwa semangat petani tidak luntur. Pemerintah akan terus hadir, memberikan dukungan teknis, bantuan sarana produksi, dan pendampingan agar sektor pertanian kita semakin kuat,” pungkasnya.
