Opini  

Eksploitasi Pasir dan Greenwashing: Ancaman Ekologi Laut

Abdul Mukhlis, Pemerhati Sosial, Politik dan Kebijakan Publik, Alumni Magister Ilmu Politik dengan Minat Studi Analisis Politik di Universitas Airlangga, Surabaya
Abdul Mukhlis, Pemerhati Sosial, Politik dan Kebijakan Publik, Alumni Magister Ilmu Politik dengan Minat Studi Analisis Politik di Universitas Airlangga, Surabaya (Dok. Madurapers, 2025).

Teori greenwashing menjelaskan bagaimana kebijakan yang tampak pro-lingkungan sering kali hanya strategi meredam kritik publik, sementara tindakan nyata justru bertentangan dengan klaim tersebut. Pemerintah dan korporasi kerap menggunakan narasi keberlanjutan untuk menarik dukungan, meskipun praktik eksploitasi tetap berlanjut.

 

Dampak Lingkungan dan Sosial dari Eksploitasi Pasir Laut

Pembukaan kembali ekspor pasir laut diklaim sebagai upaya untuk mengelola sedimentasi laut secara berkelanjutan. Namun, tanpa pengawasan yang ketat, kebijakan ini berpotensi mengulang kembali dampak destruktif yang pernah terjadi sebelum larangan diberlakukan pada 2003.

Salah satu dampak utama yang terjadi adalah abrasi pantai dan erosi pesisir. Aktivitas penambangan pasir yang berlangsung di perairan lepas menghilangkan lapisan pelindung alami pantai, membuat garis pantai semakin terkikis akibat gelombang laut. Dalam jangka panjang, fenomena ini berpotensi menyebabkan perubahan besar pada lanskap pesisir, mengancam permukiman masyarakat pesisir, dan memperburuk risiko bencana alam seperti banjir rob.

Selain itu, eksploitasi pasir laut juga menyebabkan rusaknya habitat laut dan terumbu karang. Penambangan pasir dalam skala besar mengakibatkan kekeruhan air yang menghambat masuknya sinar matahari ke dalam ekosistem bawah laut.

Akibatnya, terumbu karang yang bergantung pada cahaya matahari untuk bertahan hidup mengalami kematian massal. Kerusakan ini tidak hanya mengurangi keanekaragaman hayati laut, tetapi juga berdampak langsung pada spesies ikan yang bergantung pada ekosistem terumbu karang sebagai tempat berkembang biak dan mencari makan.

error:

Eksplorasi konten lain dari Madurapers

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca