Opini  

Eksploitasi Pasir dan Greenwashing: Ancaman Ekologi Laut

Abdul Mukhlis, Pemerhati Sosial, Politik dan Kebijakan Publik, Alumni Magister Ilmu Politik dengan Minat Studi Analisis Politik di Universitas Airlangga, Surabaya
Abdul Mukhlis, Pemerhati Sosial, Politik dan Kebijakan Publik, Alumni Magister Ilmu Politik dengan Minat Studi Analisis Politik di Universitas Airlangga, Surabaya (Dok. Madurapers, 2025).

Dalam konteks ekonomi global, eksploitasi pasir laut bukan hanya tentang kepentingan nasional, tetapi juga bagian dari rantai pasokan global yang melibatkan perusahaan multinasional dan investasi asing. Hal ini memperumit pengambilan keputusan dalam kebijakan eksploitasi sumber daya alam, karena tekanan ekonomi internasional sering kali memengaruhi keputusan domestik.

Mantan Presiden Joko Widodo saat memerintah dalam beberapa kesempatan telah mengajak investor global dan nasional untuk berinvestasi di Indonesia, termasuk dalam sektor pertambangan dan infrastruktur. Dalam pidatonya, penegasan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memberikan kemudahan investasi dan menyiapkan lahan bagi investor. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyederhanaan regulasi melalui Undang-Undang Cipta Kerja, yang mempermudah perizinan dan eksploitasi sumber daya alam, termasuk pasir laut.

 

Kesimpulan

Dengan adanya dorongan investasi besar-besaran, eksploitasi pasir laut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menarik modal asing dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Namun, kebijakan ini menimbulkan pertanyaan besar terkait keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Jika tidak ada regulasi ketat dan pengawasan yang kuat, pembukaan kembali ekspor pasir laut hanya akan mempercepat degradasi lingkungan, memperburuk ketimpangan sosial, dan mengancam keberlanjutan ekologi laut Indonesia.

Pendekatan sosial-ekonomi berkelanjutan yang berbasis pada masyarakat dan lingkungan harus menjadi prioritas dalam pengelolaan sumber daya pesisir. Kebijakan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat pesisir, penguatan ekonomi berbasis kelautan yang ramah lingkungan, serta inovasi dalam pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan dapat menjadi solusi untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Tanpa langkah konkret untuk membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, eksploitasi pasir laut hanya akan menjadi ancaman jangka panjang bagi ekologi dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

error:

Eksplorasi konten lain dari Madurapers

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca