Salah satu inovasi terbaru dari LIB adalah merekrut Takeyuki Oya sebagai General Manager (GM) Competition and Operation. Erick menjelaskan bahwa, “Ini terobosan baru yang dilakukan LIB dengan merekrut orang luar dari Jepang, yang sudah berpengalaman mengurus J League selama 16 tahun.” Kehadiran Oya diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi kualitas liga tanah air.
Erick menambahkan bahwa proses adaptasi dan pembangunan sistem membutuhkan waktu. Ia menyampaikan, “Kita beri kesempatan Oya bekerja. Jangan selalu, oh ini udah sebulan kerja, mana hasilnya? Semua itu perlu waktu.” Menurutnya, transformasi yang terjadi bukan karena tekanan, tetapi karena kesadaran akan potensi besar yang dimiliki sepak bola Indonesia.
Lebih jauh, Erick percaya bahwa kehadiran Takeyuki Oya bukan tanpa alasan. Ia menegaskan, “Kalau bangsa kita tidak melihat potensi itu, ada yang salah sama kita. Karena Komitmen, dari pemerintah Indonesia serius memperbaiki sepak bola.” Komitmen bersama dari semua pihak menjadi kunci utama dalam memperbaiki kualitas liga dan sepak bola nasional secara umum.
Erick Thohir menyampaikan harapannya agar masyarakat dan supporter turut serta mendukung proses pembangunan sepak bola Indonesia. Ia menyatakan, “Nah ini yang kita harapkan, masyarakat, supporter, semua punya komitmen yang sama. Untuk tadi memberi kesempatan sepak bola kita dibangun.” Dukungan seluruh elemen menjadi faktor penting dalam mewujudkan visi sepak bola Indonesia yang maju.
