“Melihat kondisi putra saya yang begitu mengenaskan, saya merasa lemas hingga pingsan. Saya bahkan tidak sadar diri sampai pemakaman selesai,” ucapnya dengan penuh kesedihan.
Meski dilanda duka mendalam, Sulaiman mengaku telah mengikhlaskan kepergian putranya. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini adalah takdir Allah SWT dan keluarganya tidak menuntut bentuk pertanggungjawaban apa pun, karena ini merupakan musibah murni.
Kehadiran IWO Pamekasan dalam takziah ini diharapkan dapat memberikan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan serta menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya keselamatan dalam setiap perayaan tradisi.