Beberapa penawaran kunci termasuk neraca perdagangan senilai USD19,5 miliar dan investasi strategis Indorama sebesar USD2 miliar di Louisiana. Indonesia juga menawarkan fasilitas dan insentif bagi investasi perusahaan dari kedua negara.
Pihak AS memberikan respons positif atas pendekatan yang dilakukan oleh Indonesia. Mereka menilai Indonesia sebagai mitra yang kooperatif dan siap membuka dialog secara damai dan konstruktif.
US Secretary of Treasury, Scott Bessent, memberikan apresiasi atas respons cepat Indonesia terhadap kebijakan tarif AS. Ia juga menyambut baik surat resmi negosiasi dari Menko Airlangga yang dianggap sebagai langkah awal yang penting.
Sebagai hasil konkret, Pemerintah AS menugaskan USTR untuk memimpin negosiasi teknis dengan Indonesia. Kedua pihak juga telah menandatangani Non-Disclosure Agreement sebagai dasar perjanjian bilateral.
Pemerintah Indonesia segera menindaklanjuti dengan membentuk tiga satuan tugas melalui Keputusan Presiden. Tugas mereka adalah mengawal negosiasi perdagangan, investasi, dan keamanan ekonomi dengan AS.
Negosiasi lanjutan akan dilakukan dengan target waktu penyelesaian 60 hari sebelum masa tenggat penundaan tarif 90 hari berakhir. Draft perjanjian dan pembahasan teknis juga ditargetkan rampung dalam dua minggu ke depan.
”Sebelumnya Menko Airlangga juga sudah menghimbau bahwa seluruh pelaku ekonomi harus bersiap-siap dan juga perlu mencari alternatif pasar baru untuk menciptakan peluang baru karena persaingan makin ketat. Competitiveness juga harus didorong, daya saing juga harus diperkuat,” kata Haryo.
