Inovasi Pertanian Hidroponik, Wabup Sumenep Panen Perdana di Kampoeng Cabe

Admin
Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim memetik cabai sebagai simbolis dalam panen Perdana Kampoeng Cabe, Perumahan Bumi Sumekar, RT 002/RW 007, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep
Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim memetik cabai sebagai simbolis dalam panen Perdana Kampoeng Cabe, Perumahan Bumi Sumekar, RT 002/RW 007, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep. (Foto: Fauzi/Madurapers, 2025).

“Kami menamakan Kampoeng Cabe karena memiliki ikon tersendiri dan ini yang pertama kali ada di Sumenep. Jadi kalau orang bertanya tentang Kampoeng Cabe, ya adanya di sini,” ujar Efendi.

Ia menjelaskan, cabai yang ditanam menggunakan metode hidroponik dengan media botol dan pupuk buatan warga sendiri.

Menurutnya, konsep ini berbeda dengan penanaman cabai pada umumnya yang membutuhkan lahan sawah.

“Karena cabai ini tidak ditanam di sawah, kami mencoba berinovasi menggunakan botol bekas dan pupuk yang dibuat secara mandiri. Mudah-mudahan bisa menjadi contoh bagi RT dan desa lain,” jelasnya.

Ke depan, Kampoeng Cabe tidak hanya akan fokus pada cabai rawit, tetapi juga dikembangkan ke komoditas lain, termasuk cabai besar.

“Saat ini baru cabai rawit, tapi rencananya akan dikembangkan ke cabai besar dan tanaman lainnya,” pungkas Efendi.

Dengan lahirnya Kampoeng Cabe, Desa Kolor kini memiliki ikon pertanian baru yang diharapkan mampu menggerakkan kreativitas warga sekaligus mendukung program ketahanan pangan daerah.