Josef Stalin, seorang tokoh berpengaruh dalam sejarah dunia, yang dikenal karena kepemimpinannya yang brutal di Uni Soviet. Stalin memerintah dengan tangan besi selama lebih dari tiga dekade di negara tersebut.
Josef Vissarionovich Stalin lahir pada 18 Desember 1878, dengan nama asli Ioseb Besarionis dze Jughashvili, di Gori, Georgia. Kehidupan awalnya penuh dengan penderitaan dan ketidakstabilan; ayahnya seorang tukang sepatu yang sering berada dalam keadaan mabuk, sementara ibunya seorang tukang cuci yang mengalami kesusahan finansial. Karena ketidakmampuan keluarganya untuk membayar pendidikan, Stalin mendapatkan beasiswa untuk belajar di Seminari Teologi Tbilisi.
Selama masa remajanya, Stalin terlibat dalam gerakan revolusioner di Georgia, di mana ia mulai merangkul ideologi sosialis. Setelah beberapa kali dipenjara dan diasingkan, ia akhirnya bergabung dengan Partai Sosial Demokrat Rusia dan naik pangkat dalam organisasi tersebut. Setelah Revolusi Bolshevik tahun 1917, Stalin mulai naik pangkat dengan cepat di dalam partai.
Setelah kematiannya Vladimir Lenin pada tahun 1924, Stalin muncul sebagai figur paling berpengaruh dalam perseteruan kepemimpinan di Uni Soviet. Dengan keahlian politiknya yang tajam dan kejam, Stalin berhasil mengalahkan lawan-lawannya dan mengkonsolidasikan kekuasaannya. Dia kemudian menjadi pemimpin Uni Soviet yang tidak terbantahkan, menjalankan negara dengan otoriter dan represif.
Ketika berkuasa, Stalin menerapkan serangkaian kebijakan yang berdampak besar pada masyarakat dan politik Uni Soviet. Salah satu kebijakan utamanya adalah “Collectivization”, di mana petani dipaksa untuk bergabung dalam kolektif pertanian negara. Kebijakan ini menyebabkan kelaparan massal di Ukraina yang dikenal sebagai Holodomor, yang mengakibatkan jutaan orang mati.