Selain itu, Stalin juga melancarkan “Great Purge” pada tahun 1930-an, di mana dia menghilangkan semua potensi oposisi dan ancaman terhadap kekuasaannya. Ribuan orang diadili secara tidak adil, dieksekusi, atau dikirim ke kamp-kamp konsentrasi, menciptakan iklim ketakutan dan kecurigaan yang meluas di seluruh Uni Soviet.
Dampak dari kepemimpinan Stalin terhadap Uni Soviet dan dunia sangatlah besar dan beragam. Di satu sisi, dia dianggap sebagai pemimpin yang berhasil memodernisasi negara, mengindustrialisasi ekonomi, dan memenangkan Perang Dunia II melawan Jerman Nazi. Namun, di sisi lain, dia juga dianggap sebagai diktator yang kejam dan tanpa belas kasihan, yang bertanggung jawab atas jutaan kematian warganya sendiri.
Penilaian terhadap Stalin hingga kini masih sangat terbelah. Bagi beberapa orang, dia adalah pahlawan nasional yang membawa kemajuan besar bagi Uni Soviet. Bagi yang lain, dia adalah tiran yang kejam yang melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Meskipun Stalin meninggal pada tahun 1953, warisan dan pengaruhnya tetap dirasakan hingga hari ini. Pemerintahan otoriter dan tindakan represifnya telah meninggalkan jejak yang dalam dalam sejarah dan masyarakat Rusia. Selain itu, ideologi Stalinisme juga masih menjadi bagian dari politik dan budaya Rusia modern.
Di luar Rusia, pengaruh Josef Stalin juga dapat dirasakan dalam konteks politik global. Kepemimpinannya yang kuat dan keras menjadi contoh bagi diktator-diktator di seluruh dunia, yang mempertahankan kekuasaan dengan cara yang serupa.