“Cita-cita besar ini jangan kita cacah, jangan kita kotak-kotakkan. Hindari hal-hal yang justru merugikan marwah dan nama besar partai. Itulah kehormatan kita sebagai kader PDI Perjuangan,” ujar Said yang juga menjabat Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.
Lebih lanjut, Said menyampaikan optimisme terhadap masa depan PDIP Jawa Timur. Menurutnya, kekuatan dan keberhasilan partai tidak dibangun secara instan, melainkan melalui proses kaderisasi panjang yang ditopang ikatan ideologis yang kokoh serta pengabdian yang tulus.
Dalam kesempatan itu, Said juga menyinggung perjalanan panjangnya berproses di PDIP sejak 1983, saat partai masih bernama Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Ia menilai, sejak awal partai telah membudayakan mekanisme pertanggungjawaban organisasi yang disiplin, tertib, dan transparan.
“Konfercab dan Konferda menjadi instrumen partai untuk meminta pertanggungjawaban pengurus, baik di tingkat DPC maupun DPD, terkait organisasi, program kerja, aset, hingga keuangan partai,” jelasnya.
Tak hanya itu, forum Konferda dan Konfercab juga berfungsi sebagai wadah strategis untuk menyusun serta mengonstitusikan program partai, mulai dari tingkat pusat hingga anak ranting. Program-program tersebut disusun melalui mekanisme demokratis dengan pendekatan teknokratis agar mampu menjawab persoalan struktural yang dihadapi masyarakat Jawa Timur.
Selain membahas agenda internal, Konferda dan Konfercab PDIP Jawa Timur juga menjadi ruang untuk merumuskan dan menyampaikan sikap politik partai terhadap berbagai isu strategis yang menyangkut kepentingan rakyat dan masa depan daerah.
“Sikap politik ini wajib kita perjuangkan dan kita laksanakan bersama seluruh kader di Jawa Timur secara gotong royong. Itulah watak dan karakter PDI Perjuangan,” tandas Said.
