Krisis Air Saat Kemarau, MWCNU Banyuates Salurkan Bantuan ke Warga Larlar

Madurapers
Penyaluran bantuan air bersih ke warga Desa Larlar oleh MWC NU Banyuates
Penyaluran bantuan air bersih ke warga Desa Larlar oleh MWC NU Banyuates, (Photo: Istimewa).

Sampang – Bagi sebagian warga Desa Larlar, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, musim kemarau bukan sekadar persoalan panas dan kering. Ketika sumber air mulai sulit diperoleh, kebutuhan paling mendasar pun berubah menjadi persoalan yang harus diperjuangkan setiap hari.

Di tengah kondisi tersebut, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Banyuates turun tangan dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Larlar.

Bantuan dipusatkan di MD Asasul Muttaqin 2 Asuhan Kiai Moh. Ju’ie. Kedatangan bantuan disambut antusias warga yang membutuhkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kegiatan sosial tersebut dikoordinasikan Fahrus selaku Koordinator Lapangan (Korlap). Menurutnya, bantuan air bersih diharapkan menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi tekanan akibat musim kemarau.

“Bantuan ini semoga dapat meringankan kebutuhan warga selama musim kekeringan. Ini adalah bentuk kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujar Fahrus.

Apresiasi datang dari Ketua Tanfidziyah PRNU Larlar, Syaiful Bahri. Ia menyampaikan terima kasih kepada MWCNU Banyuates yang telah merespons kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran bantuan tersebut menunjukkan bahwa organisasi kemasyarakatan tidak hanya hadir dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi persoalan kebutuhan dasar.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Banyuates, KH Babus Salam Hamidy, mengatakan penyaluran air bersih merupakan bagian dari khidmah organisasi kepada masyarakat.

“NU harus terus hadir dan memberikan manfaat secara langsung, terutama bagi masyarakat yang sedang membutuhkan,” ujarnya.

Bagi warga Larlar, bantuan tersebut mungkin hanya berupa air. Namun di tengah musim kemarau, air menjadi sesuatu yang jauh lebih berharga: kebutuhan dasar yang menentukan keberlangsungan aktivitas sehari-hari.

Kegiatan MWCNU Banyuates tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan kekeringan membutuhkan kepedulian bersama. Ketika akses terhadap air bersih mulai terbatas, solidaritas masyarakat dan lembaga sosial menjadi salah satu kekuatan untuk meringankan beban warga.