Meski IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan stagnan di angka 5,1% pada periode 2024-2029, pemerintah tetap optimis.
“Indonesia tetap optimis dan berupaya memperkuat ekonomi domestik dengan menjaga daya saing dan investasi berkelanjutan,” kata Sri Mulyani.
Reformasi ekonomi Indonesia juga didukung oleh kemitraan publik-swasta yang efektif. Dengan strategi ini, Indonesia mampu memobilisasi sumber daya untuk pembangunan tanpa hanya mengandalkan dana publik.
Dalam 30 tahun terakhir dunia telah mengalami kemajuan besar dalam pengurangan kemiskinan dan berbagi kemakmuran.
Di tengah tantangan global, kata Sri Mulyani, Indonesia kini berdiri sebagai salah satu negara dengan ekonomi yang tangguh dan kompetitif, melalui transformasi ekonomi.
