“Jadi bertahap, setalah selesai belajar komposisi makanan. Maka mereka belajar pemasaran. Setelah belajar pemasaran, mereka akan belajar akutansi keuangan,” tegasnya.
Setelah tahapan demi tahapan diikuti oleh peserta kejar paket dan mampu memproduksi sendiri sebuah produk. Pemerintah akan hadir sebagai pihak pemodal.
“Kemudian ketika mereka sudah mengeluarkan produk, kita dampingi dengan modal melalui Bank BPRS,” paparnya.
Harapannya, dengan adanya program Belajar sambil Wirausaha dapat membangkitkan semangat usaha dan bermunculan UMKM baru dengan produk usaha yang berbeda dengan UMKM lainnya.
“Kita upayakan masyarakat mempunyai ladang khususnya pelaku UMKM di Sumenep,” tutupnya.