“Kecintaan kepada Al-Qur’an tidak dapat diraih kecuali dengan memahami keindahan sastra, kedalaman makna, dan keagungan Allah SWT. Petunjuk-petunjuk Al-Qur’an terhadap fenomena alam, sejarah masa lalu dan masa depan, serta akurasi keterkaitan antara Al-Qur’an dan sains, jika dipahami dengan baik oleh generasi muda, mereka pasti sangat tertarik,” paparnya.
Ia menambahkan bahwa banyak ayat Al-Qur’an bercorak puitis dan memiliki keindahan dalam bacaannya. Nada-nada indah seperti bayati, hijaz, raas, dan lainnya menambah daya tarik Al-Qur’an hingga tingkat internasional.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an memiliki peran besar dalam membentuk karakter seseorang. Ajaran Al-Qur’an mencakup tuntunan dalam kehidupan sosial, keluarga, serta hubungan dengan makhluk lainnya.
“Al-Qur’an mengandung banyak tuntunan untuk kehidupan dan perilaku manusia yang terbaik untuk pribadi, keluarga, masyarakat, bahkan dengan sesama makhluk hidup seperti binatang, tumbuhan, dan ekosistem manusia,” katanya.
Ia menekankan bahwa manusia tidak boleh melupakan Al-Qur’an agar selalu berpegang pada akhlak luhur. “Maka, agar karakter manusia senantiasa terus bisa merasakan tuntunan akhlak luhur yang diajarkan oleh Allah SWT, maka dia tidak boleh melupakan Al-Qur’an. Semua karakter terbaik manusia ada dalam spirit Al-Asma’ al-Husna,” tambahnya.
Selain sebagai pedoman hidup, Al-Qur’an juga menjadi sumber inspirasi dan motivasi. Ajaran dalam Al-Qur’an membimbing umat Islam untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
“Dengan demikian, umat Nabi Muhammad memiliki bekal pedoman untuk melangkah ke arah yang lebih baik bersama Al-Qur’an. Kata kuncinya: baca, pelajari, pahami, dan amalkan Al-Qur’an,” pungkasnya..
