Pesarean Syaikhona Kholil: Keajaiban Sederhana yang Membawa Berkah

Madurapers
Pesarean Syaikhona Kholil di Desa Mertajasa, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur
Pesarean Syaikhona Kholil di Desa Mertajasa, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur (Dok: Madurapers, 2024).

Berbeda dengan pesarean lainnya yang terpencar di Pulau Jawa, pesarean Syaikhona Kholil tetap buka 24 jam untuk umum, memungkinkan pengunjung datang kapan pun mereka mau. Buku tamu mencatat jumlah kunjungan harian berkisar antara 750 hingga 1.500 wisatawan dan 250 hingga 500 peziarah, tanpa memperhitungkan mereka yang tinggal di sekitar atau santri yang tidak melaporkan kedatangannya.

Bahkan jamaah haji dari Kalteng, Kalsel, Bali, Malaysia, dan Brunei Darussalam ikut berduyun-duyun untuk melakukan dzikir di ruang kecil berukuran 4,5 m2. Faktanya, mayoritas masyarakat Jawa Timur memiliki hubungan erat dengan Syaikhona Kholil, menjadikan pesarean ini sebagai tempat spiritual yang khusus.

Meskipun sederhana, pesarean ini memiliki daya tarik yang tak terbantahkan. Dengan hanya dua batu nisan yang dilapisi kain putih, pesarean Syaikhona Kholil memberikan kesan yang mendalam bagi setiap pengunjung. Terletak berdampingan dengan makam anak dan menantu, pesarean ini menjadi tempat yang sarat dengan nilai keagamaan dan spiritualitas.

Dengan segala sederhananya, pesarean Syaikhona Kholil telah menjadi destinasi spiritual bagi banyak orang. Di antara lantunan dzikir yang menggema, terdapat kekuatan dan keajaiban yang tak terduga, membawa harapan dan berkah bagi setiap yang mengunjunginya.