Plutarkhos, seorang tokoh Yunani kuno, telah meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah, filsafat, dan sastra. Karya-karyanya masih menjadi rujukan utama dalam berbagai bidang ilmu hingga saat ini.
Ia lahir sekitar tahun 46 Masehi di Chaeronea, Yunani Tengah, dalam keluarga yang berada. Pendidikan tinggi yang diperolehnya di Athena membentuk dasar keilmuannya yang luas.
Sejak muda, Plutarkhos menunjukkan bakat luar biasa dalam bidang sastra dan filsafat. Kecerdasannya membawanya menjadi salah satu pemikir besar pada masanya.
Pemikirannya mencakup berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk etika, politik, dan psikologi. Ia menekankan kebajikan dan kebijaksanaan sebagai fondasi kehidupan yang baik.
Sebagai seorang sejarawan, Plutarkhos dikenal dengan pendekatannya yang holistik terhadap sejarah. Ia menyoroti aspek moral dan filosofis dari tokoh-tokoh besar masa lampau.
Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah “Parallel Lives”. Dalam buku ini, ia membandingkan kehidupan tokoh-tokoh besar Yunani dan Romawi kuno.
Melalui “Parallel Lives”, Plutarkhos mengeksplorasi kesamaan dan perbedaan dalam karakter serta tindakan para pemimpin besar. Karyanya menjadi model bagi penulisan biografi di kemudian hari.
Selain itu, ia juga menulis “Moralia”, sebuah rangkaian esai yang membahas kebajikan, kebijaksanaan, kebahagiaan, politik, dan agama.
Karya “Moralia” mencerminkan kecerdasan dan kedalaman pemikiran Plutarkhos. Ia menawarkan pandangan filosofis tentang cara mencapai kehidupan yang bermakna.
Tulisan-tulisannya tidak hanya mencatat peristiwa sejarah, tetapi juga menggali nilai-nilai moral yang mendasari tindakan para tokoh. Hal ini membuat karyanya tetap relevan.