Satpol PP Pamekasan Petakan Lokasi Rawan Pelajar Bolos, Razia di Jungcangcang Amankan 18 Siswa

Admin
Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Pamekasan, Yusuf Wibiseno di ruang kerjanya saat diwawancara awak media
Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Pamekasan, Yusuf Wibiseno di ruang kerjanya saat diwawancara awak media, (Foto: Istimewa).

Pamekasan — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pamekasan memetakan sejumlah lokasi yang dinilai rawan dijadikan tempat pelajar membolos sekolah.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat (tibumtranmas), sekaligus menindaklanjuti aduan warga.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Pamekasan, Yusuf Wibiseno, mengatakan beberapa titik yang menjadi perhatian berada di sekitar SMK Negeri 3 Pamekasan di Jalan Kabupaten No.103 serta kawasan belakang Lapas Kelas IIA Pamekasan.

“Kami sudah memetakan lokasi-lokasi yang kerap dijadikan tempat siswa bolos, salah satunya di kawasan SMK 3 dan belakang Lapas Pamekasan,” ujar Yusuf saat ditemui di kantornya, Selasa (13/1/2026).

Sebagai tindak lanjut dari pemetaan tersebut, Satpol PP menggelar razia pelajar bolos pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Razia dilakukan di sebuah warung kopi di RW 01, Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Pamekasan, setelah adanya laporan dari masyarakat.

Saat petugas tiba di lokasi, ditemukan sekitar 20 hingga 25 siswa yang masih mengenakan seragam sekolah. Namun, hanya 18 siswa yang berhasil diamankan, sementara siswa lainnya melarikan diri.

“Dari aduan masyarakat itu, kami langsung turun ke lokasi dan mendapati puluhan siswa yang masih mengenakan seragam sekolah,” kata Yusuf.

Dari pengakuan para siswa, mereka terlambat mengikuti upacara bendera karena hujan yang mengguyur wilayah Pamekasan sejak pagi hari. Kondisi tersebut kemudian dijadikan alasan untuk tidak mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

“Mereka mengaku telat karena hujan, dan saat diamankan bajunya juga basah kuyup,” jelasnya.

Penulis: Erni WahyuniEditor: Anaf