Jakarta – Pemerintah Indonesia meluncurkan program Sekolah Rakyat untuk memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin. Program ini bertujuan mengurangi angka putus sekolah serta meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga dalam kategori desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa siswa wajib menyelesaikan pendidikan hingga lulus.
Program ini menyediakan fasilitas belajar yang memadai serta lingkungan pendidikan yang kondusif. Siswa mendapatkan keterampilan akademik dan non-akademik guna meningkatkan peluang kerja di masa depan.
Kurikulum Sekolah Rakyat mengacu pada standar pendidikan nasional dengan tambahan materi kepemimpinan dan kewirausahaan. Siswa juga dibekali keterampilan vokasi agar lebih siap menghadapi dunia kerja.
Selain aspek akademik, Sekolah Rakyat menanamkan nilai-nilai nasionalisme, gotong royong, dan kemandirian. Pelatihan keterampilan praktis disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan sekitar.
Sekolah ini dirancang sebagai sekolah berasrama untuk memastikan pendidikan dan pengasuhan yang optimal. Fasilitas yang tersedia mencakup asrama siswa dan guru, ruang kelas modern, serta tempat ibadah.
Selain itu, Sekolah Rakyat dilengkapi dengan fasilitas olahraga, kantin, serta layanan kesehatan. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang holistik bagi para siswa.
Pemerintah menargetkan pembangunan 53 Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia hingga 2025. Lokasi sekolah mencakup Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, dan Papua.