Wakapolres Bangkalan Raih Magister Hukum, Bawa Gagasan Damai untuk Madura

Madurapers
Andi Febrianto Ali, saat melakukan sambutan mewakili para wisudawan lainya pada wisuda 26 April 2025 sebagi lulusan Magister Hukum di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), (Sumber : Unitomo, 2025).

Tesis tersebut diuji langsung oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM, Prof Edward Omar Sharif Hiariej. Prof Eddy menyebut gagasan Andi sebagai terobosan penting dalam menangani kekerasan berbasis harga diri.

Prof Eddy juga mengaitkan gagasan itu dengan revisi KUHP yang akan berlaku pada 2026. Ia menekankan pentingnya penyelesaian adat sebelum perkara masuk ke pengadilan.

Andi tidak berhenti di ruang kuliah dan riset akademik. Ia menggelar seminar nasional yang melibatkan tokoh-tokoh penting, termasuk ulama dan pejabat pemerintah.

Seminar itu ditandai dengan deklarasi simbolik: peletakan senjata tajam oleh tokoh masyarakat. Aksi tersebut menjadi wujud nyata komitmen damai di Madura.

Warga dari berbagai daerah di Madura menyambut positif pendekatan ini. Mereka bahkan menyuarakan keinginan untuk membangun Monumen Perdamaian di sisi Madura Jembatan Suramadu.

Dalam sambutannya di wisuda, Andi juga menyampaikan permohonan maaf kepada para dosen dan civitas akademika. Ia menunjukkan sikap rendah hati yang mencerminkan etika akademik.

Andi menjadikan pendidikan sebagai alat transformasi sosial. Ia membuktikan bahwa aparat penegak hukum bisa menjadi agen perubahan melalui jalur intelektual.