“Cepat diganti, kasihan para nelayan. Tolong Petronas Carigali jangan leyeh-leyeh. Kalau begini terus, kami akan melakukan aksi demo dan menolak pengeboran migas di perairan Pantai Utara Sampang,” tegas Herman.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Petronas Carigali belum memberikan pernyataan resmi terkait masalah ini.
Erik Yoga, Senior Manager Corporate Affairs & Administration Petronas Carigali Indonesia, mengaku belum bisa memberikan tanggapan lantaran masih berada dalam perjalanan.
“Maaf, saya masih ada di dalam pesawat,” kata Erik melalui pesan singkat.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat Pantura Sampang, yang sebagian besar bergantung pada sektor perikanan.
Para nelayan berharap perusahaan segera menuntaskan kewajibannya agar konflik ini tidak berkepanjangan.
