Dapur Aisyah di Sokobanah Sampang Disorot, Menu MBG Dinilai Tak Layak

Admin
Menu MBG dari Dapur Aisyah, Sokobanah Tengah
Menu MBG dari Dapur Aisyah, Sokobanah Tengah, (Foto: Istimewa).

Sampang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa di wilayah Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, kembali menuai sorotan publik.

Pasalnya, menu yang disajikan oleh Dapur Aisyah di bawah pengelolaan Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Yayasan Widya Karsa Generasi Emas dinilai tidak layak konsumsi dan jauh dari standar gizi yang ditetapkan pemerintah.

Dari hasil penelusuran di lapangan, porsi makanan yang diterima siswa disebut tidak sebanding dengan nilai anggaran Rp10.000 per porsi yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Padahal, program MBG merupakan program prioritas pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan asupan gizi dan daya konsentrasi siswa di sekolah. Namun, di lapangan, implementasinya diduga dijalankan asal-asalan.

Irul, Koordinator Gerakan Pemuda Sokobanah (GPS), menilai pelaksanaan program ini tidak mencerminkan semangat kebijakan nasional yang pro-anak dan pro-pendidikan.

“Anggaran per porsi dari BGN Rp10.000. Tapi menu yang disajikan hanya senilai Rp5.000 hingga Rp7.000. Jelas belum memenuhi standar gizi yang semestinya diterima anak-anak sekolah,” tegas Irul, Jumat (1/11/2025).

Ia menambahkan, pelaksana program di daerah seharusnya memahami bahwa program ini bukan sekadar proyek, tetapi tanggung jawab moral terhadap masa depan anak bangsa.

“Kalau dijalankan setengah hati atau bahkan dikorupsi, itu sama saja mengkhianati amanah negara. Ini bukan urusan nasi dan lauk, tapi soal masa depan generasi penerus,” ujarnya.

Irul mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera turun tangan dan mengevaluasi kinerja SPPG Yayasan Widya Karsa Generasi Emas.

“Kami minta BGN meninjau ulang pelaksana di lapangan, khususnya di Dapur Aisyah, Desa Sokobanah Tengah. Ini bukan sekadar persoalan menu, tapi menyangkut kesehatan anak-anak kita,” tambahnya.