Seorang kepala yayasan pendidikan yang enggan disebutkan namanya juga membenarkan bahwa menu yang disajikan Dapur Aisyah sering kali tidak menarik dan jauh dari kategori layak konsumsi.
“Banyak siswa kecewa. Mereka berharap makan bergizi, tapi yang datang malah seperti cemilan. Akhirnya banyak makanan yang dibuang,” ungkapnya.
Berdasarkan foto yang diterima Madurapers, menu dari Dapur Aisyah terdiri dari tiga butir anggur merah, beberapa kacang rebus, potongan wortel dan kacang panjang, dua nugget, serta dua irisan kentang rebus. Komposisi ini jelas belum memenuhi standar kebutuhan gizi minimal anak usia sekolah.
Menanggapi tudingan tersebut, Agung, Ahli Gizi di Dapur Aisyah, membantah bahwa menu MBG yang beredar di media sosial adalah representasi sebenarnya.
“Foto itu mungkin sudah direkayasa atau dikurangi oleh pihak tertentu. Saya sebagai quality control tidak menemukan porsi seperti itu,” ujar Agung melalui pesan WhatsApp, Minggu (2/11/2025).

Agung juga menegaskan bahwa menu dari dapurnya telah memenuhi kebutuhan gizi sesuai pedoman.
“Kalau dari segi gizinya sudah terpenuhi. Ada karbohidrat dari kentang rebus, protein hewani dari nugget ayam, protein nabati dari kacang rebus, serta serat dan vitamin dari sayur dan buah,” jelasnya.
Meski demikian, Agung mengaku pihaknya telah melakukan evaluasi menyeluruh setelah munculnya keluhan masyarakat.
“Kami sudah evaluasi bersama KA SPPG dan Korwil agar kejadian ini tidak terulang,” tandasnya.
