Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index: HDI) ini digunakan untuk mengukur hasil pembangunan lebih yang luas lagi. Ukuran keberhasilan pembangunan tidak hanya bertumpu pada pendapatan ekonomi saja tetapi diperluas pada kesejahteraan manusia. Program ini telah membuka jalan baru kebijakan pembangunan manusia di dunia.
Kesejahteraan manusia digunakan ul Haq di UNDP sebagai indikator HDI. Indikatornya meliputi usia angka harapan hidup, angka melek huruf dewasa, dan standar hidup layak.
Dimensi ukuran indikator usia harapan hidup ialah angka harapan hidup waktu lahir, indikator tingkat melek huruf dewasa ialah angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah, dan indikator standar layak hidup ialah kemampuan daya beli.
Angka harapan hidup waktu lahir dipergunakan untuk mengukur tingkat kesehatan masyarakat, tingkat melek huruf dan rata-rata lama sekolah dipergunakan untuk mengukur tingkat pendidikan masyarakat, dan kemampuan daya beli dipergunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat.
Skala HDI UNDP ini ada tiga level. Ketiga level tersebut adalah level bawah jika nilai HDi-nya < 0,50 (5,00), level menengah jika nilai HDI-nya 0,50-0,80 (5,00-8,00), dan level atas jika HDI-nya > 0,80 (8,00).
Untuk menghormati jasanya UNDP (Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa) menetapkan Mahbub ul Haq Award tahun 2000. Mahbub ul Haq Award diberikan UNDP kepada tokoh nasional, regional, dan dunia yang telah menunjukkan komitmen luar biasa pada kemajuan pembangunan manusia.
Tokoh yang menerima Mahbub ul Haq Award ini antara lain Fernando Henrique Cardoso (2002), Presiden Brasil, Fazie Hasan Abed (2004), pendiri Bangladesh Rural Advancement Committee (Komite Kemajuan Pedesaan Bangladesh), Sheila Watt-Cloutier (2007), aktivis komunitas arktik/wilayah kutub utara (community arctic), Frances Stewart (2009), penulis, peneliti, dan advokat untuk pembangunan manusia, dan Gro Harlem Brundtland (2014), mantan Perdana Menteri Norwegia dan anggota The Elders.
