Pamekasan – Owner PR Cahaya Pro, H. Fathor Rosi, menghadiri rapat koordinasi bersama Bupati Kholilurrahman dan jajaran Forkopimda, Jumat malam (20/2/2026).
Pertemuan di Peringgitan Dalam Rumah Dinas Bupati tersebut membahas tindak lanjut aspirasi Forum Petani Tembakau dan Buruh Pabrik Lokal Madura terkait industri rokok dan kebijakan tarif cukai. Sabtu,(21/02/2026).
Dalam forum tersebut, H. Rosi menyoroti dampak kenaikan tarif cukai sejak 2005 yang dinilai berpengaruh besar terhadap harga tembakau di tingkat petani serta keberlangsungan usaha rokok lokal di Madura.
Menurutnya, kebijakan cukai yang tinggi membuat pengusaha kecil dan menengah kesulitan berkembang secara legal.
Ia menyampaikan, banyak pengusaha rokok lokal bersedia menggunakan pita cukai apabila tarifnya lebih terjangkau, yakni berkisar Rp150 hingga Rp250 per batang.
Dengan tarif tersebut, ia optimistis kepatuhan pengusaha terhadap aturan akan meningkat.
H. Rosi juga mengungkapkan, sejak berdiri pada 2015, PR Cahaya Pro telah menggunakan pita cukai meski menghadapi tantangan karena harga jual produk meningkat.
Namun, melalui edukasi dan konsistensi, perusahaannya tetap mampu bertahan di tengah persaingan industri.
“Kami tidak pernah ingin melawan negara. Kami ingin patuh dan tetap berkontribusi melalui pajak, tetapi kebijakan yang diterapkan diharapkan sesuai dengan kemampuan pengusaha kecil,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan kebijakan cukai yang lebih berkeadilan, mengingat kondisi pengusaha rokok lokal berbeda dengan perusahaan besar yang telah lama berdiri.
Selain itu, H. Rosi mengajak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk turut menyampaikan aspirasi pengusaha tembakau Madura ke pemerintah pusat, guna menciptakan iklim usaha yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan petani serta pelaku industri rokok.
Menurutnya, sektor tembakau merupakan salah satu penopang ekonomi daerah, sehingga kebijakan yang berpihak pada pengusaha kecil diyakini dapat memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kemandirian masyarakat.
