Bangkalan – Salah satu aliran dalam filsafat yang menarik untuk dibahas adalah institusionalisme. Paham institusionalisme merupakan pandangan filsafat yang menekankan peran lembaga-lembaga dalam membentuk dan memengaruhi kehidupan sosial, politik, dan ekonomi masyarakat.
Institusionalisme berasal dari kata “institusi”, yang merujuk pada struktur atau lembaga yang mengatur interaksi sosial. Paham ini muncul sebagai reaksi terhadap pandangan tradisional yang menganggap individu sebagai agen utama perubahan dalam masyarakat.
Paham Institusionalisme menggeser fokus tersebut dan menyoroti pentingnya lembaga-lembaga, seperti keluarga, agama, pemerintah, dan ekonomi dalam membentuk perilaku individu dan dinamika sosial.
Paham ini memiliki akar sejarah yang panjang, tetapi menjadi lebih menonjol pada abad ke-20, terutama dalam konteks ilmu sosial dan ekonomi. Tokoh-tokoh seperti John R. Commons, Thorstein Veblen, dan John Dewey merupakan beberapa pemikir utama dalam pengembangan teori Institusionalisme.
Paham Institusionalisme memiliki beberapa pilar utama yang menjadi fokus analisisnya:
- Struktur Sosial: Institusi-institusi seperti pemerintah, perusahaan, dan keluarga membentuk struktur sosial yang memengaruhi pola perilaku dan interaksi antarindividu.
- Perubahan Sosial: Institusionalisme memperhatikan bagaimana lembaga-lembaga mengalami perubahan seiring waktu dan bagaimana perubahan tersebut memengaruhi dinamika masyarakat.
- Kekuasaan dan Kontrol: Analisis institusionalisme menyoroti peran kekuasaan dalam pembentukan dan pemeliharaan lembaga-lembaga sosial. Hal ini mencakup pula kajian tentang siapa yang memiliki kekuasaan, bagaimana kekuasaan tersebut digunakan, dan siapa yang diuntungkan atau dirugikan oleh struktur kekuasaan tersebut.
Dalam konteks ekonomi, Institusionalisme menyoroti peran lembaga-lembaga seperti kebijakan publik, regulasi pasar, dan hak milik dalam membentuk perilaku ekonomi individu dan kelompok. Teori Institusionalisme ekonomi menekankan pentingnya memahami institusi-institusi tersebut dalam merancang kebijakan ekonomi yang efektif.
